Archive for March 3rd, 2010

Kopi Untuk IS 3 ^^

Prof di depan kelas filsafat dgn bbrp barang dimejanya..
Saat mulai, dia mengambil toples kosong mayones besar & mengisi dgn bola2 golf.. Kemudian dia berkata pada muridnya, ‘apakah toples itu sdh penuh?’.. Mereka setuju..

Prof mengambil sekotak batu koral & menuangnya ke dlm toples.. Dia menggoyang dgn ringan.. Batu2 koral masuk, mengisi tempat yg kosong di antara bola2 golf.. Prof bertanya lg, ‘apakah toples itu sdh penuh?’.. Mereka setuju..

Selanjutnya prof mengambil sekotak pasir & menebarkan ke dlm toples.. Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya.. Prof sekali lagi bertanya ‘apakah toples sdh penuh?’.. Para murid dgn suara bulat berkata, “Ya”..

Prof kemudian menyeduh dua cangkir kopi & menuangkan isinya ke dlm toples & mengisi ruangan kosong di antara pasir..
“Sekarang,” kata prof,
“Saya ingin kalian memahami bhw toples ini mewakili KEHIDUPANMU”..
“Bola2 golf adalah HAL-HAL YG PENTING: Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman & para sahabat”..
“Jika segala sesuatu hilang & hanya tinggal mereka, hidupmu masih tetap penuh”..
“Batu2 koral adl SEGALA HAL LAIN, seperti pekerjaanmu, rumah & mobil”..
“Pasir adalah HAL-HAL YG LAINNYA — HAL-HAL YG SEPELE”..
“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dlm toples,” lanjut prof, “Maka tdk akan tersisa ruangan utk batu2 koral ataupun untuk bola2 golf.. Hal yg sama akan terjadi dlm hidupmu”.. “Jika kalian menghabiskan energi untuk hal2 yg sepele, kalian tdk akan mempunyai ruang utk hal2 yg penting buat kalian”..

“Jadi …”
“Beri perhatian utk hal-hal yg kritis utk kebahagiaanmu”..
“Bermainlah dengan anak2mu”..
“Luangkan wkt utk check up kesehatan”..
“Ajak pasanganmu utk keluar makan mlm”..
“Akan selalu ada wkt utk membersihkan rumah & memperbaiki perabotan”..
“Berikan perhatian terlbh dahulu kpd bola golf.. Hal yg benar2 penting.. Atur prioritasmu.. Baru yg terakhir, urus pasir-nya..”

Salah satu murid bertanya, “Kopi mewakili apa?”
Prof tersenyum “Itu utk menunjukkan kpd kalian, sekalipun hidupmu tampak sdh penuh, tetap selalu ada tempat utk secangkir kopi bersama sahabat…”

Ujian Hidup

Banyak saudara-i seiman yang merasa takut menghadapi hidup ini. Bahkan merasakan banyak sekali masalah atau beban hidup yang di tanggung . Namun saudara-iku , apapun keadaan yang menimpa dirimu adalah sebuah proses pencapaian hidup yang di kehendaki Bapa di surga. Ada sebuah cerita yang bisa di renungkan, agar hati dan jiwa kita tenang karena hidup bersamaNYA>

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? ” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata.

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!”**

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan lurus dan mulus. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu ataupun iringian lagu indah. Tidak diantar oleh malaikat-malaikat nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum. Da juga tidak dengan senyuman indah setiap orang yg menemuimu.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan atau masalah. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan suatu keadaan normal dimana setiap mahluk di dunia ini mengalaminya. Anak katak akhirnya tahu bahwa hujan segera turun, dan kekeringan segera hilang , sebuah kelegaan besar datang setelah melewati masa ketakutan. Itulah ujian hidup kita, namun tidak semua orang bisa merasakan bahwa di masa-masa berat Tuhan selalu mendampingi, tidak pasrah malah lebih banyak mengeluh.

Ingatlah Jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi, jika TUHAN berkehendak pasti akan datang waktunya. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan. BersamaNya hidupmu akan di selamatkan dengan begitu mudah. Amin

Rendah Hati Melayani Sesama

Seekor harimau yang nyasar disuatu perusahaan, karena ketakutan akan ditemukan, sang harimau bersembunyi di toilet perusahaan. Berhari-hari ia cukup aman bersembunyi didalam toilet. Tak seorang pun memperhatikan toilet tersebut, karena jarang dipakai. Itu adalah toilet eksekutif. Namun setelah beberapa hari bersembunyi, sang harimau mulai kelaparan. khirnya ia memutuskan untuk menyantap apapun yang ditemukannya.

Pagi itu, Kepala HRD perusahaan, masuk ketoilet. Betul-betul santapan yang lezat bagi sang harimau. Maka, setelah melihat situasi cukup aman, akhirnya harimau tersebut langsung menerkam Ka HRD perusahaan itu. Berhari-hari setelah ka HRD hilang, ternyata perusahaan aman terkendali dan tidak terjadi masalah apapun. Dan sang harimau lapar lagi. Kali in ia menunggu korban kedua. Ternyata, korban kedua tersebut adalah President Direktur(Presdir) perusahaan itu yang banyak mengurusi urusan-urusan utama dalam perusahaan & urusan penting lainnya. Ketika ia sedang menikmati aktivitas alaminya, ia pun diterkam oleh harimau itu. Setelah kejadian itu, perusahaan tetap tenang, bahkan sampai berhari-hari setelah peristiwa itu, tak ada yang geger dan merasa kehilangan dengan lenyapnya Ka HRD maupun President Direktur.

Lantas, untuk ketiga kalinya setelah beberapa hari lewat, sang harimau pun lapar lagi. Pagi itu yang masuk adalah sang office boy. Hari itu, sang office boy membersihkan toilet eksekutif tersebut. Setelah melihat situasi aman, sang harimau menerkamnya. Selang beberapa jam kemudian, perusahaan tersebut menjadi geger, oranng-orang mulai mencari sang office boy yang hilang, karena mereka membutuhkannya untuk fotocopi, mengantarkan dokumen, melayani tamu, dan urusan-urusan lainnya, hal itu membuat mereka sibuk mencari sang office boy.

Keamanan pun dikerahkan untuk mencari sang office boy. Semua orang sibuk mencari sampai kepelosok kantor. Justru karena sang harimau telah memakan sang office boy perusahaan menjadi geger dan harimau itu ditemukan ditoilet eksekutif.

Tentu saja ini semua hanya cerita kiasan(ilustrasi/ perumpamaan), tetapi mempunyai makna yang sangat berharga.

Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbesar (pemimpin) dalam suatu jabatan. Tidaklah salah untuk menjadi yang terbesar (pemimpin), tetapi Yesus menegaskan kepada kita dalam (Markus 10:43-44),jika kita ingin menjadi yang terbesar (pemimpin), hendaklah kita menjadi pelayan atas sesama (saling melayani) dengan penuh kerendahan hati & menjadi hamba untuk semua. Karena kedudukan & kemuliaan seorang pemimpin tidak terletak pada kekuasaan, melainkan pada pemberian dirinya yang tulus sebagai hamba atau pelayan bagi sesamanya.dan kemuliaan seorang pemimpin tidak diukur dari banyaknya uang, jabatan & kuasa, melainkan dari kerelaanya untuk melayani & menyelamatkan banyak orang.

Sahabatku, jika kita ingin menjadi yang terkemuka atau terbesar diantara kita, maka hendaklah kita dengan rendah hati, mau melayani sesama dan untuk kemuliaan nama Tuhan, Amin

Cinta Sejati

“PenyertaanMu sempurna, rancanganMu penuh damai, aman dan sejahtera walau ditengah badai…”

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri..

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, ?Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?? Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, ?Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku?

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan?

Suatu hari terlihat di sebuah halaman rumah seorang wanita sedang menyirami tanaman bunga yg sedang mekar, ia juga membersihkan daun-daun kering, dan rumput liar yg ada di sekitar tanaman bunga tersebut.

Ia sepertinya sangat menikmati pekerjaannya. Sesekali ia tersenyum sendiri demi melihat bunga yg ia rawat selama ini terlihat begitu indahnya. Sering terlintas dipikirannya untuk memetik bunga tersebut dan memindahkannya ke dalam vas, yg kemudian akan dipajang
di dalam kamarnya.

Tapi kemudian ia berpikir lagi, alangkah egoisnya ia jika ia melakukan hal tersebut. Dan tentunya walaupun ia bisa menikmati indahnya bunga tersebut, tapi umurnya tidak akan lama karna bunga tersebut akan cepat layu karna telah terpisah dari batang dan akarnya.

Akhirnya ia berjanji pada dirinya sendiri untuk membiarkan bunga itu tetap berada di halaman agar setiap orang yg lewat dapat menikmati keindahannya. Dan ia berjanji akan tetap merawatnya agar ia dapat bertahan hidup, mekar dan mewangi lebih lama.

*** Seringkali banyak dari kita yg tidak menyadari bahwa cinta itu tak selamanya harus memiliki. Cinta yg tulus itu adalah bila kita mampu berbuat agar orang yg kita cintai itu bahagia, tanpa mengharapkan balasan.

Ini cocok untuk kita dalam menghadapi UNAS hahahaha

Kita semua pernah terjatuh sesekali, bukan hanya secara fisik tapi juga secara emosional. Dan membangkitkan diri kita kembali, lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Kita tidak membutuhkan bakat khusus untuk menyerah atau berbaring di tengah jalan kehidupan dan berkata, “Aku berhenti!” Faktanya, jalan menuju keputusasaan dan kekecewaan yang kronis berawal dari sebuah hari yang normal yang berakhir dengan timbunan kekecewaan-kekecewaan kecil. Kekecewaan memunyai definisi “gagal untuk memenuhi atau memuaskan harapan dan keinginan”, dengan kata lain, ketika kita menentukan diri kita untuk berharap akan sesuatu dan harapan itu tidak terpenuhi, kita menjadi kecewa. Kita merasa tertipu atau dikhianati.

Marilah kita hadapi kenyataan, tidak ada seorang pun dari antara kita yang akan pernah sampai ke tempat di mana kita tidak pernah lagi mengalami kekecewaan. Kita tidak bisa berharap untuk terlindung atau kebal dari setiap hal kecil. Kekecewaan adalah salah satu fakta dari kehidupan yang harus dihadapi oleh semua orang. Sering kali banyak orang membiarkan kekecewaan mereka terus menumpuk dan akhirnya menjadi terpuruk tanpa mengerti apa penyebabnya. Mereka kelihatannya tampak baik-baik saja, tapi sekarang mereka jatuh terbaring di jalan kehidupan tanpa tahu bagaimana terjadinya dan apa sebabnya. Banyak orang tidak menyadari bahwa masalah besar yang menghancurkan mereka ini dimulai sudah lama sebelumnya dengan beberapa kekecewaan kecil yang gagal mereka selesaikan.

Rasa sakit yang mendalam tidak datang begitu saja dari kekecewaan yang besar, seperti ketika kita gagal mendapatkan pekerjaan atau promosi yang kita inginkan. Rasa sakit emosional yang dalam bisa datang dari beberapa gangguan dan frustasi kecil. Itulah mengapa kita perlu tahu bagaimana caranya mengatasi kekecewaan kecil sehari-hari dan memunyai perspektif yang benar terhadap semua itu. Jika tidak, mereka dapat menjadi tidak terkendali dan meledak melebihi batasan.

Contohnya, bayangkan Anda memulai hari Anda dengan rencana dan jadwal di kepala Anda, dan Anda sudah cukup frustrasi dengan itu. Dalam perjalanan Anda ke kantor, jalanan yang macet membuat Anda terlambat. Lalu, ketika Anda akhirnya mulai bekerja, Anda mendengar seseorang di kantor menyebarkan gosip tentang Anda. Anda membuat kopi untuk menenangkan diri Anda, tapi kopinya tak sengaja tertumpah di baju Anda, yang hanya membuat masalahnya semakin rumit karena Anda akan menghadiri pertemuan (meeting) dengan atasan dan Anda tidak punya waktu untuk berganti pakaian!

Menghadapi hal-hal itu satu persatu secara terpisah memang terasa mengganggu, tapi ketika mereka semakin menumpuk, itu akan menjadi tak tertahankan. Lalu, dalam waktu yang hampir bersamaan, Anda mendapat laporan dari dokter tentang sesuatu hal yang tidak Anda harapkan. Dan di puncaknya, tunangan Anda menelpon, mengancam untuk membatalkan pernikahan Anda dengannya walaupun semua undangan telah dikirim! Bagaimana Anda akan menanggapinya? Apakah Anda akan tetap beriman, atau menemukan diri Anda penuh ketakutan dan sedang mengarah menuju kekecewaan dan keputusasaan? Semua kekecewaan dan frustasi kecil terhadap kemacetan, gosip di kantor, dan kopi yang tertumpah telah menjadi sebuah bencana. Dan ketika Anda menghadapi beberapa masalah serius seperti penyakit atau hubungan yang gagal, Anda menemukan diri Anda tidak siap untuk menghadapi semua itu. Jadi Anda terjatuh, menuju ketiadaan pengharapan dan keputusasaan.

Apa yang Anda lakukan saat kekecewaan datang? Saat kekecewaan memberatkan Anda seperti sebuah batu besar, Anda bisa membiarkannya menekan Anda sampai Anda merasa patah semangat, bahkan menjadi benar-benar menyerah, atau Anda bisa menggunakannya sebagai batu loncatan kepada hal-hal yang lebih baik. Belajarlah untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri. Anda bisa melakukannya! Hadapi kekecewaan dan cepatlah membuat penyesuaian yang dibutuhkan untuk menangani situasi itu. Tuhan memunyai hal-hal yang lebih baik untuk Anda, dan Dia akan menolong Anda. Dia mengatakan dalam Ibrani 13:5, “…Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Daripada berkonsentrasi pada semua masalah Anda dan menjadi putus asa, arahkan fokus Anda kepada Tuhan dan renungkan janji-janji-Nya kepada Anda. Anda mungkin telah terjatuh, tapi Anda tidak harus tetap tergeletak. Tuhan selalu siap, mau, dan mampu untuk mengangkat Anda kembali. Bangkitlah, walaupun itu berarti Anda membutuhkan waktu dan proses.

Rahasia Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa
penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. “

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “

“Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “

“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “

“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.

cerpen 2 by sherwin xii-is 3 a.k.a win’r

Namaku Luna. Aku anak satu-satunya di keluargaku, alias anak tunggal. Nyokap dan Bokap sangat sayang dan memanjakanku. Apa saja yang kuinginkan pasti mereka turuti. Tapi mereka sangat sibuk dengan karir mereka, super sibuk, hingga waktu bersamaku sangat sempit, super sempit. Palingan bisa ketemu anak semata wayangnya saat sarapan pagi. Malam hari saat mereka pulang, aku sudah terbang ke alam mimpi. Belum lagi kalau mereka ada tugas keluar negeri. Bisa berhari-hari. Duh! Terbayang dong betapa sepinya aku.Di rumah aku hanya ditemani oleh tiga orang pembantu, terdiri dari satu orang sopir, satu orang tukang cuci-setrika dan masak, satu lagi merupakan anak dari si sopir dan pembantu tersebut yang suka bantu ibunya beres-beres. Rasa-rasanya… mereka bertiga malah lebih menikmati keberadaan rumah dan mobil keluargaku daripada aku sendiri. Coba aku memiliki adik satu saja, pasti aku punya teman bermain, berdiskusi, teman bercanda, atau teman berkelahi he..he..he…

Angan-angan inilah yang memberi sebuah ide brillian di otakku: Menikah muda! Biar sama kayak si Cici, nama pembantuku itu, meski baru berumur 28 tahun, dia sudah punya anak berusia 10 tahun yang bisa bantu-bantu dia, inspiring banget kan? Tapi be-te-we, siapa yang mau menikah denganku? Sebab terus terang aku tidak punya pacar. Padahal aku tinggi, putih, juga manis. Yaah… tidak jauh beda dengan Luna Maya-lah. Hanya saja, selama ini Nyokap dan Bokap tidak pernah memperbolehkan aku memiliki teman lelaki. Makanya aku pun takut berpacaran Meski pernah ditembak sama hampir 39 orang cowok sekelas Mike Lewis.

“Gimana, Ga? Udah dapet belum?”“Beres Lun! Aku sudah dapat empat calon. Kapan mau kukenalin?” Olga memperlihatkan beberapa foto cowok lewat video call dengan gaya seperti SPG sedang mempromosikan produk, aku tertawa melihat aksinya itu.“Ha-ha, hmm… Besok pagi ortuku pergi ke Singapura. Jadi, kamu bisa datang ke rumahku bersama calon-calon yang kamu rekomendasikan itu.”“Siip bos!”

“Oh ya Luna. Ngomong-ngomong kenapa lu gak ikutan acara Take Me Out di TV aja? Udah dapat jodoh, beken pula. Bahkan kalo lu paling banyak dipilih oleh dewan cinta, bisa dapat uang seratus juta loh. Kan lumayan.” Olga masih beraksi di video call, menghentikan lamunan Luna.“Ngaco lu Ga. Bisa-bisa ortuku ngamuk-ngamuk bila tahu aku nongol di televisi dalam rangka mencari jodoh. Lagian, gak senekat itu lah gue. Ada-ada aja loe.”“Hah? Jadi, bo-nyok loe gak tahu semua rencana kita ini?” Olga terperanjat.

“Yah enggak lah. Nanti kalau sudah dapat yang pas di hati, baru aku beritahu mereka.” Olga pun mengangguk-angguk“Tiyuss… yang menyambut empat cowok ini siapa doong? Mereka serius cari istri looh, begitu gue kasih foto loe langsung pada girang tuh.”“Gampang deh, minta bantuan Cici sama mas Paino aja, suruh mereka pura-pura jadi bo-nyok gue!” seru Luna sekenanya. Kontan mata dan mulut Olga langsung ternganga. Sementara Luna sudah tak sabar menanti datangnya esok pagi.
Pukul 8 pagi Luna sudah bersiap-siap untuk menyambut keempat calon suaminya yang akan datang hari ini.  Dia berdandan sekeren mungkin agar tak mengecewakan keempat calon pilihan Olga untuknya. Tentu saja setelah Nyokap and Bokapnya pergi. Cici dan mas Paino ia suruh berdandan rapi abis. Pakaian Nyokap dan Bokap ia keluarkan dari lemari kayu jati.Lalu ia pilih pakaian yang pantas untuk dipakai kedua orang tua palsunya itu. Cici dan Paino sangat senang mengenakan baju yang menurut mereka luar biasa muahalll dan bagus.

“Kapan lagi kita bisa pakai baju elite seperti ini ya, Kang,” ucap Cici sambil mematut-matut dirinya dengan genit di depan kaca.“Iya nih! Akang juga gak nolak kalau sering disuruh jadi orang tua palsunya den Luna.”“Ingat ya, jangan sampai kelepasan omong kalo kalian itu pembokat gue. Satu lagi, harus berlaku sopan dan penuh wibawa kayak bo-nyok gue. Jangan Norak! Oke?” Luna mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.“Beres Non! jawab Cici dan Mas Paino kompak. Teeettttt …Tiba-tiba dari ruang depan terdenger bunyi bel. Luna segera bergegas menyambut tamu-tamu pentingnya. Tamu yang akan menentukan masa depan hidupnya kelak. “Hai Lun! Gue tepat janji kan? loe udah siap belum? menyambut calon-calon yang gue bawa.  Empat orang kandidat nih, gak akan bikin loe nyesel seumur hidup! Soalnya guanteng-guanteng and keren abiss! Olga nyerocos terus dengan semangat empat lima. Suaranya cempreng bak piring rombeng!“Ya udah, Loe suruh ngantri dulu aja diluar menunggu panggilan. Sementara gue masuk dulu manggil si Cici dan Mas Paino,” jawab Luna tak kalah semangatnya.

“Cepetan ya, Lun! Gue udah gak sabar nih jadi MC loe, dalam ajang pemilihan jodoh bergengsi ini. Udah  kayak Choky Sitohang gue.”“Iya, iya. Loe tenang aja dulu disini. Bentar Ya.” Luna pun masuk nyamperin ortu palsunya. Cici dan Mas Paino segera keruang depan menyambut calon-calon suami anak palsu mereka. (Kayak judul lagu status palsunya  Vidi Aldiano aja, dari tadi ngomongnya serba palsu) Sebelum para kandidat dipanggil satu-persatu, mereka berdua kudu nyampein sepatah dua patah kata pembuka. Sekedar basa-basi sambil nunjukin bahwa ortunya Luna ikut andil dalam mencari jodoh buat anak semata wayangnya. Tentu saja malamnya Luna sudah menatar mereka habis-habisan sampe lemes.
“To the point aja! Kami berharap diantara Anda ada yang menarik hati Luna anak kami satu-satunya, iya kan Ded? Cici melirik kearah Mas Paino.“I..iya.” Mas Paino menjawab sedikit gugup.Luna senyum-senyum sendiri menahan geli melihat tingkah kedua pembokatnya itu dari jarak 1000 meter. Kejauhan lagi ngeliatnya.“Hi..hi.. Gak sia-sia gue ngajak Cici dan Mas Paino kerja sama.Kata-kata yang ia ajarkan singkat, padat, jelas dan berisi. Agar terhindar dari bicara yang panjang lebar tak tentu arah. Bisa-bisa para calon misua, eh suaminya menguap karena ngantuk. Hingga acara pokoknya tak berjalan dengan semestinya.“Baiklah! Acara perkenalan bisa kita mulai sekarang. Bukan begitu kan Mi and Ded? Ujar Olga antusias.“He-eh! Angguk Cici dan Mas Paino berbarengan. Kali ini, Olga yang kebelet pengen pipis karena menahan ketawa ngeliat ulah kedua pembokatnya si Luna. Tak lama kemudian, Luna pun keluar dari peraduannya.

“Peserta pertama, silahkan masuk! Perkenalkan siapa Anda sebenarnya dengan jujur! Perintah Olga lantang.Luna terpana. “Kagak salah nih Ga!  “Awas! Ada Sule,” Luna pun lari terbirit-birit kebelakang. Olga pun ikut terbirit-birit mengejar Luna yang histeris.“Ada ape Lun? Bukannya lu senang ama Sule yang ditv? Elu bilang  doi lucu abis.”“Emang gue pernah minta cariin calon mirip Sule? Lucu sih emang lucu. Tapi wajahnya itu loh, standar abiss! Gini-gini gue masih punya selera tau!. Dan selera gue itu setinggi bintang-bintang dilangit. Buat lu aja deh.”

“Kenapa gak komfirmasi dari kemaren-kemarin Lun,”jawab Olga sambil garuk-garuk kepalanya yang emang banyak kutunya.Akhirnya, tuh doi disuruh pulang tanpa perasaan oleh si Luna.“Elu kejam juga ya Lun. Gak nyangka gue,” Olga geleng-geleng kepala sampai muter-muter. Untung bisa balik lagi hi..hi..hi…“Sekarang peserta kedua. Silahkan mengambil tempat dihadapan tuan putri Luna mayat. Luna yang mendengarnya sontak membelalakkan mata segalak-galaknya. Lebih galak dari macan tukul…ups, salah lagi gue. Macan tutul ding.  “Ya ampyunn Ga. Kok nih cowok serba nge pink!” Luna pun segera menyeret Olga ke belakang panggung perjodohan, alias ke ruang belakang rumah Luna.“Kan elu seneng ama warna pink.”“Tapi bukan berarti lu seenaknya nyariin gue cowok berdandan norak kayak gitu.Otak lu kemana sih Ga. Jangan-jangan, lu sengaja mau ngerjain gue ya? Pokoknya, acara perjodohan ini kita kelarin aja sampai disini.”

“Loh! Gak sportif dong. Kan masih ada dua kandidat lagi.”“Alah! Paling-paling lebih ancur lagi dari yang dua tadi.”“Kan elu belum liat. Tanggung kan Lun.”“Iya deh. Awas kalau lu boong sama gue. Gue bikin bonyok lu entar.”“Idih! Jadi cewek kok sadis amat. Kalem dong Lun. Kalem.lem..lem..lem..Olga malah nyerocos kayak orang ngigau.“Lembu kale..udah ah cepetan keluar. Gue udah gak sabar dengan calon berikutnya.”“Tuh kan penasaran. Kik..kik..kik…. Olga ketawa cekikikan kayak kuntilanak. Luna pun ngibrit ketakutan ngeliat si Olga tiba-tiba berubah menjadi makhluk jadi-jadian.“Peserta ketiga, silahkan menghadap sang tuan putri yang cantik jelita.” Luna pun tersenyum-senyum simpul karena ke ge-eran. Tumben si Olga mau muji gue, batinnya senang.
Tapi rasa senang Luna beranjak pupus tatkala ngeliat cowok didepannya. Nih cowok kok pake baju batik segala. Emangnya mau kondangan? Mana kepalanya ditutupin ama blangkon lagi. Dan begitu mereka berkenalan, Luna hanya bisa mesem-mesem karena gak ngerti dengan ucapannya. Manis-sih manis. Tapi omongannya itu loh, jawa medok dok..Tanpa menunggu lama, Luna pun segera menyuruh tuh cowok menyingkir dari hadapannya dengan penuh basa-basi sampe basi.
“Tenang aja Lun. Kandidat yang terakhir pasti membuat lu jatuh klepek-klepek.“Emangnya, gue ayam yang lagi disembelih?!”“He..he..he…gitu deh…,” jawab Olga dengan wajah tanpa dosa. Gak peduli kalo Luna udah keki abis ia kerjain.Akhirnya sampailah pada kandidat terakhir. Luna terbengong-bengong campur takjub ngeliat cowok dihadapannya. Gileee…cakep benar nih cowok. Udah parlente, modis, tinggi, putih, ganteng lagi. Gak salah Olga nyariin calon misua buat gue. Tanpa ba bi bu lagi, Luna pun memperkenalkan dirinya.

“Kenalkan, gue Luna maimunah. Usia 22 tahun. Masih single dan senang ama cowok keren kayak elu,” Luna berkata sambil mengeluarkan senyum termanisnya.“Hai…aduh, ini ya yang namanya Luna. Cucok bo..Si Olga emang bisa deh nyari cewek.” Spontan Luna terbengong-bengong. Kok ngomong nih cowok jadi berubah genit kayak lekong. Dan tanpa banyak bicara,“Olgaaaaa…!!!! Awas lu ya…Kenapa banci kaleng lu bawa-bawa kesini?! Luna pun teriak-teriak sambil ngejar si Olga yang segera lari pulang ngambil langkah seribu. Setelah tuh cowok Luna suruh pulang dengan hormat.

Beberapa hari kemudian dikampusnya Luna.            “Lu tega banget ya Ga. Calon yang lu ajukan pada norak semua. Terang aja satupun tak ada yang nyangkut dihati gue.”            “Tulang ikan kaleee, nyangkut ditenggorokan.”            “Gue serius Ga, elu malah becanda!” jawab Luna sewot            “Luna, luna. Hari gene? Mau nyarik kemane lelaki yang sempurna menurut elu?” Olga  berkata manyun.            “Jadi, elu udah kagak mau bantuin gue lagi? Elu senang ngeliat gue gak laku-laku? Tega amat lu Ga, hiks…hiks..,” Luna sesenggukan dipojok kantin.

Kalau udah ngeliat Luna bercucuran air mata kayak film india begini, Olga pun luluh hatinya, alias gak tega!“Ya udah! Gue akan cariin calon yang lebih kualified lagi buat lu. Cup…cup..jangan nangis lagi ya,” Olga berusaha membujuk sohib kentalnya itu.“Beneran Ga? Elu gak kapok?”“Iya…Gue gak kapok kok elu susahin terus,”“Sumpe loe?”“Sumpe samber geledek Lun! Asal jangan kejadian aja gue bener-bener disamber gledek. Entar siapa lagi yang nolongin elu cari jodoh?”“Ge-er amat sih loe,” Luna berkata sambil mengacak-acak rambut Olga.“ Olga gitu loh! He..he..” Mereka pun akhirnya ketawa bareng.

Nama gue Olga Lusiana. Mirip dengan nama Olga lidia. Eh, fisik kami juga gak beda jauh-jauh amat kok. Tinggi, putih, cantik, dan ceriwis he..he.. Gue udah sahabatan ama si Luna sejak dari kandungan ups… Maksud gue sejak masih jadi orok. Makanya, ortu kami juga akrab satu sama lain. Kalau udah ketemu, ortu kami tuh malah sibuk ngerumpi. Sementara kami dibiarin ngelayap kemana tau. Tega ya…hiks..hiks.. Tiba-tiba…“Olga…!!! dah bobo belum Honey? Kok lampu kamarnya masih nyala? Kan besok mau jempu Jovan,” teriak Maminya. Kayak tarzan aja. Awu wooo…!!!

“Belum Mi,” sahutnya dari dalam kamar tak kalah kencangnya. Jadilah mereka saling bersahut-sahutan kayak penghuni hutan. Orang lagi mikir kok diganggu. Bikin konsentrasi pecah aja, ucap Olga sewot.Ngomong-ngomong soal Jovan, gue sampe lupa ngenalin. Jovan tuh kakak gue satu-satunya. Cuman sejak tamat SD, dia udah ikut Papi sekolah diamrik. Papi emang orang Amrik asli. Emang ada yang palsu? Ngaco juga gue…he..he..he..

Jovan tuh usil banget ama gue. Mana suka manggilin gue bebek lagi. Kalau gue udah mencak-mencak, Jovan akan mendinginkan hati gue yang panas menggelegak dengan kata-kata manis. “Itukan panggilan sayang Ga,” ucapnya sambil nyodorin permen lolipop. Emang gue anak tk. Tapi gue jadi senang tuh, maklum udah disogok.Balik lagi ke si Luna. Kira-kira dimana lagi ya gue bisa dapetin cowok yang cucok buat tuh doi. Emang dikira gampang apa nyari laki-laki yang ganteng, pintar, baik hati, humoris, dan yang serius lagi mau jadi suami. Ada-ada aja si Luna. Tapi gue sudah kadung janji. Jadi ya harus ditepati. Daripada tuh anak bunuh diri.
Pagi  harinya, Olga ngejemput Jovan dibandara. Dia ngajak Luna juga.Sesampainya di halte kedatangan, Olga dan Luna udah celingak-celinguk ngeliatan penumpang yang keluar satu-persatu. Tiba-tiba mata Luna tertuju pada sesosok pria keren abiss kayak  artis korea yang lagi naik daun lewat film boys before flowers. Kalau gak salah namanya Kim Hyuun Jun. Penampilannya cool abiss… Spontan Luna melambaikan tangannya buat tuh cowok. Si cowok malah tersenyum lebar dan segera mendatanginya. Dan terpana saat tuh cowok memeluk Olga. Take Me Out, Pliiiiissss…Luna berharap.“Luna! Kok bengong kayak sapi ompong gitu sih?! Kenalin ini kakak gue Jovan.”

Luna ngejawab grogi sambil ngedip-ngedipin matanya  gak jelas. Dan tanpa Olga sangka, Jovan bales ngedipin matanya dengan gak jelas juga. Kayaknya, panah cinta udah nembus ke hati mereka berdua. Untung gak sampai berdarah-darah. Kalau gak, bisa ancur minah!Dan benar saja. Keesokan harinya disekolah, Luna tak pernah berhenti mengejarnya. Kayak orang yang mau nagih hutang aja.“Ga…!!!Comblangin gue dong. Olga pun lari terbirit-birit dan ngumpet dibalik meja.

“ Ya Tuhan! jangan ampe deh si Luna jadi kakak ipar gue. Apa kata dunia?” Jadilah mereka berdua saling kejar-kejaran hampir setiap hari dikampusnya

cerpen mbanyol by sherwin a.k.a win’r

Minggu ini gue ngerasain apa yang dinamakan kolaborasi yang sempurna antara bakat dan alam. Males ternyata cocok banget kalo dijodohin sama ujan, ditambah lagi weekend, maka yang akan dihasilkan adalah HIBERNASI ala anak kostan.Siang dan malem udah ga ada bedanya lagi di kostan. Semua pintu, jendela dan tirai ditutup rapat-rapat. Gue sama temen-temen kostan udah kayak segerombolan vampire yg bersembunyi dari sinar matahari, dalam ruangan kecil yang gelap. Kebiasaan kami tidur berjamaah selama hari sabtu dan minggu, selalu berulang. Sehingga para tetangga kita udah paham betul dengan ritual ini. Kadang kita suka mikir, kira-kira kapan ya kelakuan ini bisa berakhir? Kata temen gue Alfonso (cu shui), kita bakalan berhenti hibernasi kalo udah ada koran terbit dengan headline: 4 MAHASISWA DITEMUKAN MEMBUSUK DALAM KAMARNYA. (menggenaskan).”Bong… bong…” kata Ieday sambil terus goyang2in pundak gue yg masih asik tidur.”Ada apa Dai?” tanya gue males2an.”Katanya, mau tidur”.”Sialan lu, ganggu aja. nih gue lagi tidur Bodoh!”.”Hehe becanda, gitu aja sewot, kayak beruang bunting lu!” kata Ieday terus nyeret tangan gue, biar bangun.”Ada apaan sih lu bangunin gue?” tanya gue yang bary loading 20%.”Lu laper nggak?”. ”Sebenernya sih iya”.”Makan yuk!” ajak Ieday.”Males jalan, ujan! lu masak mie aja, entar gue ikutan makan. ok?!”"Mie-nya kan udah habis”.”Yaaa udah tidur aja lagi, sapa tau entar kita mimpi makan, kan lumayan gratis”.”dasar pemalas! ya udah lu tidur aja, gue mo masak”.”Kalo udah mateng bangunin gue ye…”.”Ogah!”.Entah apa yang bakal dimasak sama Ieday tengah malam gini. Beras ga ada, mie ga ada. seingat gue sih cuman ada roti & selai. Gue cuman bisa berdoa: Mudah-mudahan dia masih sadar dan tidak melakukan hal2 yg tidak senonoh dengan selai di dapur.”Broth…bangun” kata Monhox.”Ada apa sih Nhox?”.”Ditunggu anak2 tuh di ruang tengah”.”Ok lu duluan deh, gue cuci muka dulu” pesen gue ke Monhox.Begitu gue nyampe ruang tengah ternyata personel kostan udah ngumpul. Ada Ieday, Sutan dan Monhox yang duduk melingkari sepiring roti bakar. Gue memandang penuh curiga ke Ieday.”plis jangan bilang lu habis ngepet!” kata gue dalem hati.”Ayo ah! buruan udah pada laper nih!” teriak Sutan.”Eit, dari mana lu dapet roti bakar?” selidik gue.”Ieday broth yang bikin” jelas Monhox, sedangkan ieday senyum2 ga jelas, seakan mo pamer kecerdasannya.”Lah, kita kan ga punya pemanggang roti” kata gue penuh rasa curiga.”Banyakan omong nih” kata Sutan terus mulai makan roti bakar, disusul kemudian Monhox.”Jadi gini bong, gue manggang rotinya pake setrika. Nyamm…” jelas Ieday sambil mengunyah sepotong roti bakar.”Rasanya enak kok Broth, ga kalah sama roti bakar edi”. ”Makasih deh” kata gue,”lu makan aja bertiga, gue udah kenyang”.”Wah beneran nih?” tanya Sutan.”Iya…”Seneng rasanya ngeliat temen kostan kompak. Makan bareng-bareng. meskipun dalam hati ada hal yang gue rahasiain, tapi gue ga sampe ati bilang ke mereka.”Kenapa sih lu bong ga mo makan?” tanya Ieday.”Iya, lu ada masalah broth?” tambah Monhox.”Enggak, gue ga ada masalah kok. Gue cuman jijik aja” kata gue keceplosan.”Jijik kenapa? ini bersih, higienis lagi” jelas Sutan.”Higienis dari mana? setrika itu kan abis gue pake nyetrika celana dalem gue yg belum kering!”.”Anjrot!”.”Huekz”.”Sialan! kenapa lu ga bilang dari tadi. Huekz!!!”.”Salah ya gue?” tanya gue yang ngeliat temen-temen gue kompak muntah berjamaah.”Ya iyalah…” jawab mereka kompak.”huekzzz”.

Teman-teman,,ni ada cerita..pesan buat kalian, khususnya yang uda punya pacar hahaha

dibaca ya…sampai selesai akan lebih baik hehehe xP

John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun..Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama
ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Jessiaca, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica..

Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya..Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap
John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..

Tahun pertama pernikahan mereka….

Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, “Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor..”

Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, ” Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk
menyantapnya” ..Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa,

” Tuhan..Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan..Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri..Tapi tidak apa-apa, Tuhan..Karena
sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu
baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku….”

Tahun kedua pernikahan mereka….

John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya..John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.. Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John..Tetapi Jessica menolak
rangkulan John, dan berkata, “Jangan, John..Aku malu..”..John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti..” Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..” Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau
bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini..Tapi tidak apa-apa..Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive..Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan…”

Tahun ketiga pernikahan mereka….

Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark..Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur..Jessica semakin sering menolak ciuman John..

Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..”Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan
menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukankua, Tuhan..Karena aku begitu mencintainya..Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung
menggendongnya..Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku….”

Tahun keempat pernikahan mereka….

Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..

Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..”Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu…Menikmati kue Blackforest buatannya m embuatku
bersykur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku..Namun tahun ini aku tidak mendapatinya..Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu..Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan
ciuman darinya hari ini..Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam..Jangan biarkan aku
melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan..Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini..Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat
presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan…”

Tahun kelima pernikahan mereka…

Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit….

Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John…

Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis..” Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit..Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi
Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku..Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku..Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa..Asal dia mendapat ketenangan,
aku akan merasa bersyukur sekali..Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar
dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan..”

Tahun keenam pernikahan mereka….

Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru..Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa..Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya denga
perhiasan yang lebih baru..”

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..”Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku…Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk
melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku..Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku..Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku..Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya
untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku..Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya..”

Tahun ketujuh pernikahan mereka….

Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor..Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya..Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica
padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka…

Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..

Jessica begitu terguncang dan terpukul..Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya..Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya..Yang tek pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya..Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..

Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John
padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri..Jessica menangis menahan perasaannya..Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa,

“Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku..Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini..Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan..Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang
kucintai..”

Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya..”Kamu keliatan begitu lelah, sayang..Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa
mengatakan I LOVE YOU padaku..”..Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

“Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John…Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu..Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU…”

Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan diri kita sendiri?Jangan sampe terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita..

Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya..Yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani, bukan sebaliknya..

Semoga memberi makna untuk kita semua. Amin